Dalam proses audit, auditor tidak hanya melakukan pemeriksaan dan analisis, tetapi juga harus mendokumentasikan seluruh prosedur dan hasil temuannya secara sistematis. Dokumentasi inilah yang dikenal sebagai kertas kerja audit.
Memahami contoh kertas kerja audit sangat penting, baik bagi auditor pemula maupun perusahaan, agar proses audit berjalan sesuai standar profesional dan dapat dipertanggungjawabkan.
Secara umum, contoh kertas kerja audit menunjukkan bagaimana auditor mencatat perencanaan, pelaksanaan, hingga kesimpulan audit secara tertulis. Kertas kerja ini menjadi bukti bahwa audit telah dilakukan sesuai dengan standar audit yang berlaku.
Artikel ini akan membahas secara lengkap pengertian kertas kerja audit, fungsi, jenis, struktur, hingga contoh kertas kerja audit yang umum digunakan dalam praktik audit perusahaan.
Pengertian Kertas Kerja Audit
Kertas kerja audit adalah seluruh dokumen yang disusun oleh auditor untuk mencatat prosedur audit yang dilakukan, bukti yang diperoleh, serta kesimpulan yang diambil selama proses audit. Dokumen ini dapat berbentuk kertas fisik maupun file digital.
Dalam praktiknya, contoh kertas kerja audit mencerminkan kualitas audit itu sendiri. Semakin lengkap dan sistematis kertas kerja audit, semakin kuat dasar auditor dalam memberikan opini atau rekomendasi.
Kertas kerja audit juga berfungsi sebagai alat komunikasi antar anggota tim audit dan sebagai referensi jika audit dilakukan kembali di periode berikutnya.
Tujuan dan Fungsi Kertas Kerja Audit
Kertas kerja audit tidak dibuat tanpa tujuan. Berikut beberapa fungsi utama kertas kerja audit:
- Sebagai Bukti Pelaksanaan Audit
Kertas kerja membuktikan bahwa audit telah dilakukan sesuai prosedur. - Dasar Penyusunan Laporan Audit
Seluruh temuan dan kesimpulan dalam laporan audit bersumber dari kertas kerja audit. - Alat Pengendalian Mutu Audit
Supervisor atau manajer audit dapat menilai kualitas pekerjaan auditor melalui kertas kerja. - Referensi Audit Selanjutnya
Kertas kerja audit menjadi pedoman untuk audit periode berikutnya.
Dengan memahami fungsi tersebut, perusahaan dan auditor dapat melihat betapa pentingnya memahami contoh kertas kerja audit yang benar.
Jenis-Jenis Kertas Kerja Audit
Dalam praktik audit, kertas kerja audit dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan tahap audit dan tujuan penggunaannya.
1. Kertas Kerja Perencanaan
Berisi informasi awal seperti pemahaman bisnis klien, penilaian risiko, dan rencana audit.
2. Kertas Kerja Pelaksanaan
Digunakan untuk mencatat prosedur audit yang dilakukan dan bukti yang diperoleh.
3. Kertas Kerja Temuan Audit
Mencatat hasil pengujian, temuan, serta analisis auditor.
4. Kertas Kerja Kesimpulan
Berisi ringkasan hasil audit dan dasar penarikan kesimpulan.
Setiap jenis ini dapat ditemukan dalam berbagai contoh kertas kerja audit perusahaan.
Struktur Umum Kertas Kerja Audit
Agar mudah dipahami dan ditelusuri, kertas kerja audit biasanya memiliki struktur yang baku.
Tabel Struktur Kertas Kerja Audit
| Elemen | Penjelasan |
| Judul Kertas Kerja | Menjelaskan jenis dan tujuan pemeriksaan |
| Periode Audit | Menunjukkan periode yang diaudit |
| Nama Klien | Identitas perusahaan yang diaudit |
| Prosedur Audit | Langkah-langkah audit yang dilakukan |
| Bukti Audit | Data atau dokumen pendukung |
| Kesimpulan | Hasil evaluasi auditor |
| Tanda Tangan Auditor | Bukti tanggung jawab pelaksana audit |
Struktur ini hampir selalu ada dalam setiap contoh kertas kerja audit profesional.
Baca Juga: Pengertian Bukti Audit: Jenis, Sifat, dan Contohnya!
Contoh Kertas Kerja Audit Sederhana
Berikut adalah contoh kertas kerja audit sederhana untuk pemeriksaan kas perusahaan.
Contoh Kertas Kerja Audit – Pemeriksaan Kas
| Prosedur Audit | Bukti yang Diperoleh | Hasil Pemeriksaan |
| Rekonsiliasi kas dengan bank | Rekening koran bank | Saldo sesuai |
| Pemeriksaan bukti penerimaan kas | Bukti setoran | Tidak ditemukan selisih |
| Pemeriksaan bukti pengeluaran kas | Voucher pembayaran | Lengkap dan sah |
Dari contoh tersebut, auditor dapat menarik kesimpulan bahwa saldo kas perusahaan telah disajikan secara wajar.
Contoh Kertas Kerja Audit Piutang Usaha
Selain kas, piutang usaha juga sering menjadi objek audit. Berikut contoh kertas kerja audit untuk piutang.
| Prosedur Audit | Bukti Audit | Kesimpulan |
| Konfirmasi piutang ke pelanggan | Surat konfirmasi | Sesuai |
| Analisis umur piutang | Laporan aging | Tidak ada piutang macet |
| Pemeriksaan pencadangan | Jurnal akuntansi | Wajar |
Contoh ini menunjukkan bagaimana auditor mendokumentasikan setiap langkah pemeriksaan secara sistematis.
Karakteristik Kertas Kerja Audit yang Baik
Agar dapat digunakan secara optimal, kertas kerja audit harus memenuhi beberapa karakteristik berikut:
- Lengkap dan jelas
- Relevan dengan tujuan audit
- Mudah dipahami oleh auditor lain
- Disusun secara sistematis
- Didukung bukti yang memadai
Kualitas contoh kertas kerja audit sangat menentukan kredibilitas hasil audit.
Hubungan Kertas Kerja Audit dengan Standar Audit
Standar audit mewajibkan auditor untuk menyusun dan menyimpan kertas kerja audit sebagai bagian dari dokumentasi audit. Tanpa kertas kerja yang memadai, auditor dapat dianggap tidak melaksanakan audit sesuai standar.
Oleh karena itu, memahami dan menerapkan contoh kertas kerja audit yang sesuai standar merupakan kewajiban profesional auditor.
Manfaat Kertas Kerja Audit bagi Perusahaan
Bagi perusahaan, kertas kerja audit memberikan manfaat sebagai berikut:
- Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas
- Mempermudah evaluasi internal
- Menjadi dasar perbaikan sistem pengendalian internal
- Mengurangi risiko kesalahan dan kecurangan
Dengan dokumentasi yang baik, perusahaan akan lebih siap menghadapi audit eksternal maupun internal.
Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa contoh kertas kerja audit merupakan gambaran nyata bagaimana auditor mendokumentasikan seluruh proses audit secara sistematis dan profesional. Kertas kerja audit memiliki fungsi penting sebagai bukti pelaksanaan audit, dasar penyusunan laporan, serta alat pengendalian mutu audit.
Dengan memahami struktur, jenis, dan penerapan contoh kertas kerja audit, perusahaan dan auditor dapat meningkatkan kualitas audit dan memperkuat tata kelola organisasi.
Jika perusahaan Anda membutuhkan pendampingan penyusunan kertas kerja audit, audit internal, atau konsultasi sistem audit, EHS.CO.ID siap menjadi mitra profesional dan terpercaya.
Baca Juga: Pengertian Audit Kinerja: Tujuan, Tahapan, dan Contohnya





