Memahami cara audit laporan keuangan merupakan salah satu langkah paling penting bagi perusahaan yang ingin menjaga kesehatan finansial, transparansi, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Audit bukan sekadar proses pemeriksaan angka, melainkan juga penilaian menyeluruh terhadap sistem keuangan, akuntabilitas manajemen, hingga kepatuhan pada standar akuntansi.
Seiring dengan meningkatnya tuntutan transparansi di dunia bisnis, audit laporan keuangan kini menjadi instrumen vital. Tidak hanya perusahaan besar yang go public, tetapi juga perusahaan menengah, startup, hingga organisasi yang menghimpun dana publik membutuhkan laporan keuangan yang kredibel. Laporan ini akan menjadi dasar kepercayaan investor, pemegang saham, regulator, bahkan masyarakat luas.
Mengapa Audit Laporan Keuangan Itu Penting?
Audit laporan keuangan adalah proses sistematis yang dilakukan auditor independen untuk menilai kewajaran laporan keuangan suatu entitas. Audit memastikan bahwa setiap transaksi telah dicatat, disajikan, dan dipertanggungjawabkan sesuai standar akuntansi yang berlaku umum, baik SAK (Standar Akuntansi Keuangan) di Indonesia maupun IFRS (International Financial Reporting Standards).
Terdapat sejumlah alasan mengapa audit begitu krusial bagi perusahaan, di antaranya:
1. Menumbuhkan Kepercayaan Investor
Investor akan lebih yakin menanamkan modal pada perusahaan yang laporan keuangannya telah diaudit. Audit memberi jaminan objektif bahwa informasi finansial dapat diandalkan.
2. Memenuhi Kepatuhan Regulasi
Baik nasional maupun internasional, regulasi menuntut perusahaan menyampaikan laporan keuangan yang sudah diaudit. Hal ini penting terutama bagi perusahaan terbuka atau entitas yang mengelola dana masyarakat.
3. Pengendalian Internal Lebih Baik
Audit mampu mengidentifikasi kelemahan sistem akuntansi internal dan memberi rekomendasi perbaikan. Dengan demikian, risiko kesalahan pencatatan maupun kebocoran dana dapat diminimalkan.
4. Pencegahan Fraud
Audit rutin membantu menekan peluang terjadinya penyalahgunaan dana atau manipulasi laporan keuangan. Perusahaan dapat mendeteksi lebih dini adanya indikasi penyelewengan.
Tahapan dalam Cara Audit Laporan Keuangan
Audit tidak dilakukan sembarangan. Prosesnya memiliki tahapan yang sistematis agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. Berikut langkah-langkah umum dalam cara audit laporan keuangan:
1. Penerimaan Perikatan Audit
Tahap awal dimulai dari kesepakatan formal antara auditor dan perusahaan. Kesepakatan tersebut biasanya dituangkan dalam surat perikatan audit. Perusahaan menyerahkan laporan keuangan, sementara auditor menyanggupi untuk melakukan pemeriksaan sesuai kompetensinya.
2. Perencanaan Audit
Auditor wajib memahami bisnis dan industri klien, menentukan tingkat materialitas, hingga mengidentifikasi risiko audit yang mungkin terjadi. Dalam tahap ini, auditor juga menelaah pengendalian internal perusahaan serta menyusun program audit yang sistematis. Proses ini menjadi salah satu inti dari cara audit laporan keuangan yang benar.
3. Pelaksanaan Pengujian Audit
Auditor melakukan tiga jenis pengujian, yaitu:
– Pengujian Analitik, yakni mempelajari data perusahaan dan membandingkannya dengan data lain.
– Pengujian Pengendalian, untuk memastikan efektivitas pengendalian internal perusahaan.
– Pengujian Substantif, yaitu pemeriksaan langsung terhadap data untuk menemukan kesalahan material yang mempengaruhi laporan keuangan.
Tahap ini menjadi bagian penting dalam memastikan cara audit laporan keuangan berjalan efektif.
4. Analisis dan Observasi
Auditor melakukan analisis mendalam dan observasi terhadap informasi yang diperoleh. Pada tahap ini, auditor dapat memetakan permasalahan yang mungkin timbul, dengan tetap diawasi oleh pihak perusahaan agar hasilnya objektif dan tepat sasaran.
5. Penyusunan Hasil Audit
Tahap terakhir adalah merangkum hasil pemeriksaan ke dalam laporan audit. Auditor akan memberikan opini profesional yang menggambarkan kewajaran laporan keuangan perusahaan, baik wajar tanpa pengecualian, wajar dengan pengecualian, tidak wajar, maupun tidak memberikan pendapat. Inilah hasil nyata dari penerapan cara audit laporan keuangan yang menyeluruh.
Tujuan Audit Laporan Keuangan
Secara umum, tujuan audit laporan keuangan adalah menilai kelayakan dan kewajaran laporan keuangan yang disusun oleh perusahaan. Hasil penilaian auditor kemudian dituangkan dalam opini audit, yang menjadi dasar penting bagi para pemangku kepentingan.
Adapun tujuan lain audit di antaranya:
- Mengetahui Kondisi Keuangan Perusahaan. Audit membantu perusahaan memahami kondisi finansial terkini, yang menjadi indikator keberhasilan dalam mengelola bisnis.
- Memenuhi Kewajiban Hukum. Berdasarkan Undang-Undang Perseroan No. 40 Tahun 2007 Pasal 68, sejumlah perusahaan diwajibkan melaksanakan audit, terutama yang menghimpun dana masyarakat, menerbitkan surat utang, atau memiliki aset minimal Rp50 miliar.
- Menyediakan Informasi yang Dapat Dipercaya. Audit menghasilkan laporan yang dapat dipahami oleh seluruh pihak, bukan hanya mereka yang berkecimpung di bidang akuntansi.
- Meningkatkan Transparansi. Perusahaan dapat membuktikan bahwa laporan keuangannya disusun sesuai standar akuntansi yang berlaku dan bebas dari manipulasi.
Dengan demikian, tujuan audit laporan keuangan bukan hanya soal kepatuhan, melainkan juga pondasi penting bagi keberlanjutan bisnis.
Jenis Opini Audit
Dalam praktiknya, auditor dapat memberikan empat jenis opini terhadap laporan keuangan perusahaan, yaitu:
- Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion): Laporan keuangan dinyatakan sesuai standar akuntansi dan dapat dipercaya sepenuhnya.
- Wajar Dengan Pengecualian (Qualified Opinion). Laporan keuangan sebagian besar dapat dipercaya, tetapi ada pos tertentu yang dikecualikan.
- Tidak Wajar (Adverse Opinion). Auditor menilai laporan keuangan tidak sesuai standar akuntansi dan memiliki kesalahan material.
- Disclaimer of Opinion. Auditor tidak dapat memberikan pendapat karena keterbatasan bukti atau pembatasan ruang lingkup audit.
Standar Audit yang Berlaku di Indonesia
Di Indonesia, auditor bekerja dengan mengacu pada standar audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI). Standar tersebut terbagi menjadi tiga bagian utama:
1. Standar Umum
– Audit harus dilakukan oleh auditor yang memiliki kompetensi serta pengalaman teknis yang memadai.
– Dalam setiap perikatan, auditor wajib menjaga sikap independen agar hasil pemeriksaan tetap objektif.
– Auditor dituntut untuk menggunakan kecermatan dan profesionalisme sepanjang proses audit hingga penyusunan laporan.
2. Standar Pekerjaan Lapangan
– Seluruh proses audit perlu dirancang dengan matang, dan apabila melibatkan asisten, maka harus disertai dengan pengawasan yang memadai.
– Auditor wajib memahami sistem pengendalian internal perusahaan sebagai dasar untuk menyusun strategi audit.
– Bukti yang relevan dan cukup harus dikumpulkan melalui berbagai teknik, seperti observasi, pemeriksaan dokumen, wawancara, maupun konfirmasi, sehingga opini auditor dapat dipertanggungjawabkan.
3. Standar Pelaporan
– Auditor perlu menyampaikan dalam laporannya apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.
– Laporan audit harus menunjukkan konsistensi penggunaan prinsip akuntansi antar periode.
– Informasi yang diungkapkan dalam laporan keuangan harus dianggap memadai, kecuali bila ada kondisi yang mengharuskan auditor menyatakan sebaliknya.
– Auditor wajib memberikan opini atas keseluruhan laporan keuangan, atau jika tidak memungkinkan, menjelaskan alasan mengapa opini tidak dapat diberikan.
Penerapan standar ini menjadi pedoman utama dalam memastikan kualitas audit dan keakuratan cara audit laporan keuangan yang dijalankan auditor.
Audit tidak sekadar kewajiban administratif, tetapi juga menjadi pilar penting dalam menjaga keberlangsungan bisnis. Dengan audit yang komprehensif, perusahaan mampu membangun reputasi, mendapatkan kepercayaan investor, serta lebih siap menghadapi tantangan regulasi global.
Melalui penerapan cara audit laporan keuangan yang tepat, perusahaan tidak hanya memenuhi kewajiban, tetapi juga memperkuat pondasi keuangan untuk pertumbuhan jangka panjang.
EHS Kantor Akuntan Publik Eddy Hutarso & Satria: Mitra Audit Profesional dan Terpercaya
Untuk perusahaan yang membutuhkan mitra audit independen, EHS Kantor Akuntan Publik Eddy Hutarso & Satria hadir sebagai pilihan terpercaya. Dengan pengalaman panjang serta tim auditor yang kompeten, EHS memastikan setiap laporan keuangan diperiksa secara objektif, akurat, dan sesuai standar regulasi.
Layanan audit kami dirancang tidak hanya untuk kepatuhan, tetapi juga memberikan nilai tambah. Kami membantu perusahaan mengidentifikasi risiko, memperbaiki sistem pengendalian internal, hingga menyajikan laporan kredibel yang dapat meningkatkan kepercayaan investor maupun mitra bisnis.
Transparansi dan profesionalisme adalah prioritas utama kami. Dengan pendampingan KAP EHS, perusahaan dapat lebih percaya diri dalam menyampaikan laporan keuangan kepada regulator dan publik.
Hubungi kami untuk konsultasi lebih lanjut mengenai cara audit laporan keuangan dan bagaimana kami dapat membantu perusahaan Anda mencapai transparansi finansial yang lebih baik.





