Mengenal Tahapan Jasa Audit, Standar yang Digunakan, dan Manfaatnya

tahapan jasa audit
Table of Contents

Audit adalah proses pemeriksaan sistematis dan independen terhadap dokumen, laporan keuangan, maupun sistem perusahaan. Tujuan utamanya adalah memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, sekaligus meningkatkan transparansi serta kinerja entitas.

Dalam praktiknya, jasa audit hanya dapat dilakukan oleh Akuntan Publik yang memiliki sertifikat resmi dan terdaftar di Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI). Seorang auditor independen wajib mematuhi standar audit yang berlaku, sehingga hasil laporan dapat dipercaya oleh berbagai pihak, baik manajemen, investor, hingga regulator.

Tahapan Jasa Audit

Pelaksanaan audit biasanya melalui beberapa tahapan berikut:

  1. Perjanjian dan Penerimaan Dokumen
    Klien dan auditor melakukan konsultasi awal untuk menyepakati tujuan audit. Selanjutnya, auditor akan meminta dokumen yang relevan untuk dianalisis.

  2. Membuat Perencanaan Audit
    Auditor merancang rencana kerja audit, mencakup ruang lingkup, metode, serta prosedur yang akan digunakan. Rencana ini dibahas kembali bersama klien.

  3. Pelaksanaan Pengujian Audit
    Auditor melakukan pengujian atas data dan dokumen untuk memverifikasi keakuratan serta kepatuhannya terhadap standar yang berlaku.

  4. Penyusunan dan Pelaporan Audit
    Hasil temuan dituangkan dalam laporan audit beserta rekomendasi. Laporan ini diserahkan kepada klien sebagai dasar evaluasi dan perbaikan.

Jenis-Jenis Audit

Audit terbagi menjadi beberapa jenis dengan fungsi yang berbeda, antara lain:

  • Audit Keuangan: memeriksa laporan keuangan untuk memastikan kesesuaian dengan PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan).

  • Audit Operasional: mengevaluasi efektivitas, efisiensi, dan ekonomisasi kegiatan operasional perusahaan.

  • Audit Kepatuhan: memastikan kepatuhan entitas terhadap peraturan eksternal maupun internal.

  • Audit Forensik: mengungkapkan indikasi kecurangan atau tindak pidana ekonomi, serta menyediakan bukti hukum.

  • Audit Internal: dilakukan oleh auditor internal perusahaan untuk memperkuat pengendalian internal dan manajemen risiko.

Standar Audit yang Digunakan di Indonesia

Dalam praktik audit, auditor wajib mematuhi standar yang berlaku, baik akuntansi maupun audit.

  1. Standar Akuntansi Keuangan (SAK)

    • PSAK → digunakan untuk entitas umum dan perusahaan besar.

    • SAK EP (Entitas Privat) → berlaku mulai 1 Januari 2025, menggantikan SAK ETAP. SAK EP disusun lebih ringkas dan sederhana agar sesuai dengan kebutuhan usaha kecil dan menengah (UKM).

    • SAK Syariah → berlaku untuk entitas yang menjalankan kegiatan berbasis syariah.

  2. Standar Audit (SA) IAPI
    Auditor publik wajib mengikuti Standar Audit (SA) yang dikeluarkan oleh IAPI. Standar ini mengatur tata cara pemeriksaan laporan keuangan agar sesuai dengan prinsip independensi, objektivitas, dan profesionalisme.

Siapa yang Boleh Memberikan Jasa Audit?

Hanya Akuntan Publik yang memiliki:

  • Sertifikat Profesi dari IAPI.

  • Izin praktik resmi dari Kementerian Keuangan RI.

  • Mematuhi kode etik profesi akuntan publik.

Hal ini penting untuk menjamin bahwa audit dilakukan secara independen, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Mengapa Audit Harus Dilakukan?

Audit memberikan berbagai manfaat, di antaranya:

  • Meningkatkan kepercayaan investor dan pemangku kepentingan karena laporan keuangan lebih andal.

  • Mencegah risiko kecurangan melalui pemeriksaan independen.

  • Mendukung kepatuhan hukum dan regulasi untuk menghindari sanksi.

  • Membantu manajemen dalam pengambilan keputusan berbasis data yang valid.

  • Meningkatkan kredibilitas perusahaan di mata publik maupun mitra bisnis.

Contoh Temuan dalam Audit

Beberapa temuan umum yang sering terjadi dalam proses audit antara lain:

  • Salah saji laporan keuangan, misalnya perbedaan pencatatan aset atau utang.

  • Ketidaksesuaian dengan PSAK, misalnya penyusutan aset tidak sesuai standar.

  • Kelemahan sistem pengendalian internal, seperti tidak adanya pemisahan tugas (segregation of duties).

  • Indikasi fraud, misalnya pengeluaran fiktif atau manipulasi laporan.

Disinilah peran auditor independen sangat penting. Mereka memastikan bahwa temuan-temuan tersebut diidentifikasi, dilaporkan, dan diberikan rekomendasi agar perusahaan dapat memperbaikinya serta terhindar dari risiko di masa depan.

Audit bukan hanya sekadar pemeriksaan dokumen, melainkan proses penting untuk meningkatkan kredibilitas dan transparansi perusahaan. Dengan menggunakan jasa audit dari Akuntan Publik bersertifikat, perusahaan dapat memastikan bahwa laporan keuangannya sesuai standar, terhindar dari kesalahan material, dan lebih dipercaya oleh publik.

Jika Anda membutuhkan jasa audit profesional dan terpercaya, KAP Eddy Hutarso & Satria (EHS) siap membantu perusahaan Anda menjalani proses audit sesuai standar akuntansi dan regulasi yang berlaku.

Isi form berikut! Tim kami segera menghubungi Anda.

Konsultasi KAP EHS
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram
Share on pinterest
Share on facebook