Perbedaan Auditing dan Akuntansi: Pengertian & Fungsi

perbedaan auditing dan akuntansi
Table of Contents

Ketika membahas laporan keuangan perusahaan, istilah akuntansi dan auditing sering muncul secara bersamaan. Keduanya memang sama-sama berkaitan dengan informasi keuangan, tetapi memiliki peran yang berbeda. Memahami perbedaan auditing dan akuntansi penting agar tidak keliru dalam melihat tugas akuntan maupun auditor.

Secara sederhana, akuntansi berhubungan dengan proses mencatat, mengelompokkan, meringkas, dan menyajikan informasi keuangan. Sementara itu, auditing berfokus pada pemeriksaan informasi tersebut untuk menilai kewajaran dan keandalannya. Jadi, perbedaan auditing dan akuntansi dapat dilihat dari tujuan, proses, pihak yang menjalankan, hingga hasil akhirnya.

Lalu, apa saja perbedaan auditing dan akuntansi secara lebih lengkap? Mari simak pembahasannya berikut ini.

Apa Itu Akuntansi?

Sebelum memahami perbedaan audit dan akuntansi, penting untuk mengetahui pengertian akuntansi terlebih dahulu.

Akuntansi adalah proses sistematis untuk mencatat, mengklasifikasikan, meringkas, dan melaporkan transaksi keuangan suatu perusahaan atau organisasi. Informasi yang dihasilkan kemudian dapat digunakan untuk melihat kondisi keuangan dan membantu proses pengambilan keputusan.

Dalam praktiknya, akuntansi dapat mencakup berbagai aktivitas, seperti:

  • Mencatat transaksi keuangan.
  • Mengelompokkan transaksi berdasarkan jenis akun.
  • Melakukan rekonsiliasi dan penyesuaian.
  • Menyusun laporan keuangan.
  • Menghitung dan melaporkan kewajiban tertentu, seperti pajak.
  • Menyediakan informasi keuangan untuk kebutuhan manajemen.

Hasil proses tersebut dapat berupa laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas, serta catatan atas laporan keuangan.

Dengan demikian, akuntansi berperan dalam menghasilkan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh perusahaan dan para pemangku kepentingannya.

perbedaan auditing dan akuntansi

Apa Itu Auditing?

Jika akuntansi berfokus pada menghasilkan informasi keuangan, auditing berfokus pada memeriksa informasi tersebut.

Auditing adalah proses pemeriksaan dan evaluasi terhadap laporan keuangan, catatan, serta bukti pendukung untuk memperoleh dasar yang memadai dalam memberikan assurance atau keyakinan atas kewajaran informasi yang disajikan. Audit juga melibatkan penilaian terhadap risiko salah saji material dan bukti audit yang relevan.

Dalam audit laporan keuangan, auditor dapat melakukan berbagai prosedur, seperti memeriksa dokumen transaksi, melakukan konfirmasi, menguji sampel, menilai estimasi akuntansi, serta mengevaluasi penyajian laporan keuangan.

Tujuannya bukan untuk membuat laporan keuangan perusahaan, melainkan memberikan opini berdasarkan hasil pemeriksaan sesuai standar audit yang berlaku.

Di Indonesia, standar audit dan assurance untuk profesi akuntan publik ditetapkan dalam kerangka yang melibatkan Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), sementara standar akuntansi dikembangkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK-IAI).

Baca Juga: Jasa Audit Keuangan Perusahaan & Manfaatnya

Perbedaan Auditing dan Akuntansi

Setelah memahami pengertiannya, perbedaan akuntansi dan auditing dapat dilihat dari fokus utama masing-masing bidang.

AspekAkuntansiAuditing
FokusMencatat dan menyajikan informasi keuanganMemeriksa dan mengevaluasi informasi keuangan
TujuanMenghasilkan informasi keuangan yang relevanMemberikan assurance atau opini atas kewajaran laporan
PelaksanaAkuntan atau tim akuntansiAuditor
WaktuUmumnya berlangsung secara rutinUmumnya dilakukan secara periodik sesuai kebutuhan atau ketentuan
Sumber utamaTransaksi dan dokumen keuanganLaporan keuangan, catatan, dokumen, dan bukti audit
HasilLaporan dan informasi keuanganLaporan atau opini audit
IndependensiTidak selalu membutuhkan independensi dari perusahaanAuditor eksternal wajib menjaga independensi

Jadi, perbedaan auditing dan akuntansi paling mudah dipahami melalui alurnya: akuntansi menghasilkan informasi keuangan, sedangkan auditing memeriksa informasi tersebut.

Perbedaan Tujuan Auditing dan Akuntansi

Fungsi auditing dan akuntansi juga berbeda karena keduanya memiliki tujuan yang tidak sama.

Tujuan akuntansi

Akuntansi bertujuan menyediakan informasi keuangan yang terstruktur sehingga dapat digunakan oleh pihak internal maupun eksternal perusahaan. Informasi tersebut dapat membantu manajemen memantau kondisi bisnis, mengevaluasi kinerja, dan mengambil keputusan.

Laporan keuangan juga dapat digunakan oleh pihak seperti investor, kreditor, dan regulator sesuai kebutuhan mereka.

Tujuan auditing

Sementara itu, auditing bertujuan memperoleh dasar yang memadai untuk memberikan kesimpulan atau opini mengenai apakah laporan keuangan telah disajikan secara wajar sesuai kerangka pelaporan keuangan yang berlaku.

Dalam audit laporan keuangan, auditor juga mempertimbangkan risiko salah saji material, baik yang disebabkan oleh kesalahan maupun kecurangan.

Dengan kata lain, akuntansi bertanya “bagaimana informasi keuangan dicatat dan disajikan?”, sedangkan audit lebih berfokus pada “apakah informasi tersebut dapat diandalkan dan disajikan secara wajar?”

Perbedaan Proses Auditing dan Akuntansi

Proses kerja menjadi salah satu bagian penting dalam memahami perbedaan audit dan akuntansi.

Akuntansi biasanya dimulai dari transaksi. Transaksi dicatat dalam sistem, diklasifikasikan ke akun yang sesuai, kemudian diringkas hingga menghasilkan laporan keuangan.

Sebaliknya, proses audit dimulai dengan perencanaan dan pemahaman terhadap perusahaan serta risiko yang relevan. Auditor kemudian menentukan prosedur pemeriksaan, mengumpulkan bukti, melakukan pengujian, mengevaluasi hasilnya, dan menyusun laporan audit.

Sebagai contoh, ketika perusahaan memiliki transaksi penjualan, akuntan akan mencatat invoice dan penerimaan kas serta mengakui pendapatan sesuai kebijakan akuntansi yang berlaku. Auditor kemudian dapat memilih sampel transaksi, memeriksa dokumen pendukung, melakukan konfirmasi tertentu, dan mengevaluasi apakah pencatatan tersebut telah dilakukan secara tepat.

Perbedaan Tugas Akuntan dan Auditor

Perbedaan antara kedua bidang juga terlihat dari orang yang menjalankannya.

Tugas akuntan

Akuntan umumnya bertanggung jawab terhadap proses pencatatan dan pelaporan keuangan. Beberapa tugasnya meliputi:

  • Mencatat transaksi perusahaan.
  • Menyusun laporan keuangan.
  • Melakukan rekonsiliasi.
  • Mengelola pencatatan biaya dan pendapatan.
  • Membantu perhitungan pajak.
  • Menyusun laporan untuk kebutuhan manajemen.

Karena bekerja dekat dengan proses keuangan perusahaan, akuntan biasanya terlibat dalam aktivitas operasional yang berkaitan dengan pencatatan dan pelaporan.

Tugas auditor

Auditor bertugas memeriksa dan mengevaluasi informasi yang telah disusun perusahaan. Tugasnya dapat mencakup:

  • Merencanakan prosedur audit.
  • Mengumpulkan dan mengevaluasi bukti audit.
  • Memeriksa laporan keuangan dan dokumen pendukung.
  • Menguji transaksi atau saldo tertentu.
  • Mengevaluasi risiko salah saji material.
  • Menilai penerapan kebijakan akuntansi.
  • Menyusun hasil pemeriksaan dan opini audit.

Karena perannya sebagai pihak pemeriksa, auditor eksternal harus menjaga independensi dan objektivitas dalam menjalankan pekerjaannya.

Perbedaan Hasil Akuntansi dan Auditing

Hasil yang diberikan juga menjadi salah satu perbedaan akuntansi dan auditing yang paling mudah dikenali.

Akuntansi menghasilkan informasi dan laporan keuangan. Contohnya adalah laporan laba rugi, laporan posisi keuangan, laporan arus kas, dan laporan perubahan ekuitas.

Sementara itu, auditing menghasilkan laporan auditor yang berisi kesimpulan atau opini berdasarkan hasil pemeriksaan. Dalam audit laporan keuangan, auditor menyatakan apakah laporan keuangan secara keseluruhan telah disusun secara wajar dalam semua hal yang material sesuai dengan kerangka pelaporan yang berlaku.

Jadi, hasil akuntansi menjadi salah satu objek yang kemudian dapat diperiksa dalam proses audit.

Hubungan antara Akuntansi dan Auditing

Meskipun memiliki fungsi berbeda, akuntansi dan auditing sebenarnya saling berkaitan erat.

Akuntansi menyediakan informasi yang nantinya dapat digunakan dalam proses audit. Tanpa pencatatan dan laporan keuangan yang memadai, auditor akan kesulitan memperoleh bukti yang diperlukan.

Sebaliknya, proses audit dapat membantu perusahaan mengetahui apakah terdapat salah saji atau kelemahan tertentu dalam proses pelaporan keuangan. Temuan tersebut dapat menjadi masukan untuk melakukan perbaikan.

Hubungan keduanya dapat digambarkan secara sederhana:

Transaksi → Pencatatan Akuntansi → Laporan Keuangan → Pemeriksaan Audit → Opini/Temuan

Karena itu, memahami auditing dan akuntansi adalah dua fungsi yang berbeda tetapi saling mendukung dalam menjaga kualitas informasi keuangan.

Contoh Perbedaan Auditing dan Akuntansi dalam Perusahaan

Supaya lebih mudah dibayangkan, berikut contoh perbedaan auditing dan akuntansi dalam aktivitas perusahaan.

1. Contoh pada persediaan

Ketika perusahaan membeli barang untuk dijual, tim akuntansi akan mencatat pembelian tersebut dan melakukan penilaian persediaan sesuai kebijakan yang berlaku.

Saat audit, auditor dapat melakukan pemeriksaan fisik atau stock count, mencocokkan hasilnya dengan catatan perusahaan, serta menguji transaksi di sekitar akhir periode untuk melihat ketepatan pencatatannya.

2. Contoh pada penjualan

Akuntan mencatat invoice, penerimaan kas, piutang, dan pendapatan yang berasal dari transaksi penjualan.

Auditor kemudian dapat mengambil sampel transaksi untuk memeriksa dokumen pendukung, otorisasi, serta ketepatan pengakuan pendapatan.

3. Contoh pada aset perusahaan

Akuntan mencatat aset yang dibeli perusahaan dan menghitung penyusutan sesuai kebijakan yang berlaku.

Auditor dapat memeriksa bukti pembelian, dokumen kepemilikan, keberadaan aset, serta perhitungan yang berkaitan dengan aset tersebut.

Dari contoh tersebut, terlihat bahwa akuntan mencatat dan menyusun, sedangkan auditor memeriksa dan mengevaluasi.

Informasi Unik tentang Auditing dan Akuntansi

Ada beberapa hal menarik yang perlu diketahui ketika membahas perbedaan akuntansi dan auditing.

Pertama, akuntan dan auditor tidak selalu bekerja sebagai dua profesi yang sepenuhnya terpisah dalam hal latar belakang pendidikan. Keduanya umumnya membutuhkan pemahaman yang kuat mengenai akuntansi, tetapi memiliki fokus pekerjaan dan kompetensi yang berbeda.

Kedua, auditor membutuhkan pemahaman terhadap proses akuntansi karena objek yang diperiksa banyak berkaitan dengan laporan dan pencatatan keuangan. Sebaliknya, tim akuntansi juga perlu memahami standar pelaporan dan dokumentasi yang baik agar informasi keuangan dapat diperiksa dengan memadai.

Ketiga, audit bukan berarti mencari kesalahan sebanyak-banyaknya. Dalam audit laporan keuangan, auditor memperoleh bukti yang cukup dan tepat untuk menilai apakah terdapat salah saji material serta membentuk opini atas laporan keuangan.

Di Indonesia sendiri, kerangka regulasi profesi akuntansi dan auditing melibatkan sejumlah aturan dan lembaga, termasuk IAI, IAPI, Kementerian Keuangan, serta regulator terkait.

Dapatkan Dukungan Akuntansi dan Audit Profesional Bersama EHS

Memahami perbedaan auditing dan akuntansi membantu perusahaan menentukan kebutuhan dan fungsi masing-masing dengan lebih tepat. Akuntansi berperan dalam mencatat serta menyajikan informasi keuangan, sementara auditing memberikan pemeriksaan dan assurance terhadap informasi tersebut.

Keduanya bukan fungsi yang saling menggantikan. Justru, pencatatan akuntansi yang baik dapat mendukung proses audit yang lebih terstruktur, sementara hasil audit dapat menjadi masukan untuk meningkatkan kualitas pelaporan dan pengendalian perusahaan.

Jika perusahaan membutuhkan dukungan profesional dalam jasa pengelolaan akuntansi maupun audit, EHS siap membantu melalui layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Hubungi KAP Eddy Hutarso & Satria (EHS). untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama tim profesional.

Baca Juga: 5 Cara Audit Laporan Keuangan yang Efektif dan Tepat

Isi form berikut! Tim kami segera menghubungi Anda.